Adalah hari duka cita bagiku.
Pagi hari, sekitar jam 5.40. Kuning mati setelah accidentally terlindas oleh mobil (
NOT by me of course). Kuning adalah kucing pendatang yang baru berumur sekitar 6 bulan. Dia jinak sekali dan dalam beberapa kesempatan dia diperbolehkan masuk ke dalam rumah. Kuning mati diduga terlindas di bagian perut, karena di TKP ditemukan kotoran dari isi perut kuning.
Kami sangat berduka cita atas kematian Kuning, si jantan berbulu emas.
Pada hari itu juga sekitar 12 jam setelah kematian Kuning, sore hari jam 5 an, Kecil, kucing yang baru berumur sekitar 2 bulan dan menjadi teman baik si Kuning, mati juga kelindas mobil.
Saya masih ingat, pagi hari ketika Kuning mati, Kecil terlihat sangat sedih. Menurut Ibu saya, Kecil dari pagi sampai jam 10 pagi (saat Kuning akan dikafani dan dikubur) selalu tidur di samping Kuning, bahkan meletakkan kepalanya di sisi kepala si Kuning. Ternyata itu adalah sebuah firasat Kecil akan menyusul Kuning menemui Sang Khaliq.
Kematian Kecil jauh lebih tragis, dilindas oleh mobil APV -- yang ngebut di daerah kompleks yang banyak anak-anak itu -- hingga kepalanya pecah dan otaknya berceceran di tengah jalan (saya sampai merinding saat mengetik tulisan ini).
Menurut saksi mata para Ibu-ibu yang lagi
chatting di pinggir jalan, tersangka APV coklat ngebut dan Kecil sedang menyebrang jalan.
Selamat tinggal Kecil, sungguh saat dirimu mulai kelihatan gendut dan berisi, Allah telah memiliki skenario lain. Sedangkan di pagi hari saya berpikir, bahwa Kuning mati toh masih ada Kecil, si kucing lucu.
Sungguh sangat tidak menyenangkan bila hewan yang kita pelihara dari kecil hingga besar. Akhirnya harus mati dengan cara-cara yang tragis. Bagi para pemelihara hewan, pastikan hewan Anda dalam posisi aman dan hati-hati bila berada di lingkungan yang lalu lintasnya ramai.
Posted at 11:02 am by oshi