Thursday, February 23, 2006
Doa

Doa Penutup Quran

Allahummarhamni Bil Quran
Waj’alhu lii Imaaman Wa Nuuran Wa Huda Wa Rohmah
Allahumma Dzakkirni Minhu maa Nasiitu
Wa’allimni Minhu maa Jahiiltu
Warzuqnii Tilaawatahu
Aana Al Laili Wa Aana An Nahaari
Waj’alhu lii Hujjatan
Yaa Rabbal ‘Alamin

Ya Allah Kasih Sayangilah daku
dengan sebab AlQuran ini
Dan jadikanlah AlQuran ini
sebagai pemimpin
sebagai cahaya
sebagai petunjuk
dan sebagai rahmat bagiku

Ya Allah ingatkanlah daku
apa-apa yang aku lupa dalam AlQuran
yang telah Kau jelaskan
dan ajarilah apa-apa yang aku belum mengetahui
Dan karuniailah daku
selalu sempat membaca AlQuran
pada malam dan siang hari
Dan jadikanlah AlQuran ini
sebagai hujjah bagiku

Ya Allah Tuhan semesta alam

Posted at 08:45 am by oshi
Make a comment  

Monday, February 13, 2006
K4l0 JoDoH..6ak Kem4Na..

8 Januari 1995
            Ry, seperti biasa sore ini aku memandang ke luar jendela, nunggu someone. Seorang gadis yang tak kuketahui nama dan rumahnya dimana, tapi selalu kulihat setiap pagi dan sore berjalan di depan rumahku. Kamu tahu kan Ry, kalau aku suka sama "gadis pujaanku" sejak 2 tahun yang lalu. Ia membawa pesona yang lain dari yang lain. Wajahnya yang baby-face, hidungnya yang mancung, matanya yang bulat, bibirnya yang mungil dan rambutnya yang panjang ditambah kulitnya yang mulus, maka lengkaplah sudah ia menjadi "gadis pujaanku", Ry!

9 Januari 1995
            Hari ini perasaanku kacau, Ry. Setelah melihat "gadis pujaanku" bergandengan tangan dengan cowok lain. Kamu bisa membayangkan dong, bagaimana perasaanku, Ry? Aku tidak rela melihat mereka berdua. "Si gadis pujaanku" digandengnya dengan mesra. Ingin rasanya memisahkan mereka, tapi apa dayaku? Aku bukan siapa-siapanya, Ry. Gimana, dong???
10 Januari 1995
            Ry, setelah kejadian kemarin aku jadi nggak punya semangat hidup. Makan nggak enak, tidur tak nyenyak dan belajar pun tak mengerti. Pokoknya hari ini hari beteeee banget!

19 Februari 1995
            Maaf ya Ry, udah sebulan nggak ketemu. Biasa lagi males, nich! Tapi kamu tetep jadi sohib terbaikku kok! Tau nggak Ry, ternyata "si gadis pujaanku" udah pegat ama cowoknya. Aku tau tahu itu waktu kemarin di Mall CINERE, mereka lagi marahan. Wuiih, aku jadi seneng deh, berarti masih ada kesempatan, dong! Pokoknya selama janur kuning belum terpasang , masih ada kesempatan lah!

20 Februari 1995
            Ry, hari ini ada berita yang menggemparkan seluruh isi dunia, lho. (nggak juga sich!). Itu tuh, " si gadis puajaanku" potong rambut, bondol lagi! Tapi nggak apalah dia tetep cuantik kok, nggak kalah dech ama yang namanya Demi Moore. Dia jadi tambah imut, lho. Wah, coba kalau kamu punya mata Ry, kamu bakalan jadi sainganku dech! Percaya nggak??

25 April 1995
            Nggak kerasa ya Ry, waktu berlalu dengan cepat. Aku udah mau ujian semester genap. Mau naik kelas III. Eh, ngomong-ngomong dia juga lagi pengen EBTANAS, nich! Kira-kira "si gadis pujaanku" masuk SMU mana ya? Masuk ke SMU-ku, nggak? Udah ah, jangan mikirin dia mulu kapan belajarnya, donk! N'tar nilainya jelek, dech. Nggak mauuuu...

13 Juli 1995
            Eh Ry, sekarang aku udah kelas III SMU, nich! Udah gede yah, walau kadang-kadang aku masih merasa seperti anak kecil. Tapi hari ini aku lagi seneng banget soalnya nilai raportku lumayan bagus, rangking 3, boo!! Siiplah, koleksi Tamiya-ku nambah satu, dech. (hadiah dari bokap). Eh Ry, "si gadis pujaanku" ternyata masuk SMU favorit lho, SMU 999. Wow, nggak sembarangan orang tuh yang bisa masuk ke SMU itu. Ternyata "gadis pujaanku" pinter juga, yah! (Jadi bangga, nich!).

14 Juli 1995
            Hari ini ada pemandangan aneh lho, Ry. "si gadis pujaanku" lagi MOS, deh! Tau kan MOS? Itu lho, Masa Orientasi Siswa. Soalnya rambutnya yang bagus itu diiket sembilan, terus bawa-bawa kardus Indomie pula dipunggungnya (kaya pemulung aja, ya!). Tapi "si gadis pujaanku" itu tetep aja cuaantik! Pokoknya didandanin seperti apapun, si gadis tetep aja cantik bagiku! (bener, lho!!).

19 Juli 1995
            Hari ini aku dibikin malu sekelas, Ry. Dasar si doer Slamet, dia koar-koar ke seluruh isi kelas kalo aku lagi suka sama seorang gadis. Aku yang terkenal dingin ama cewek ini, jadi ketauan deh belangnya. Memang salahku juga sih, curhat di belakang buku matek's (habis lagi bete sih!). Terus dibaca deh, ama si doer Slamet. Tapi yang membuatku lebih malu lagi, itu ulahnya si Tejo cs. Mereka berteriak " Woro-woro! Ada kabar gembira lho, Temen kita yang satu ini udah normal kembali, lho!". Dasar gila!

21 Juli 1995
            Surprise!! Hari ini "si gadis pujaanku" berangkat ke sekolah dengan penutup kepala alias kerudung. Aduh sayang deh, rambutnya yang lebat dan hitam itu tertutup oleh sehelai kain. Tapi biarlah, dia tetep cantik bagiku dengan tubuhnya yang langsing dan kulit wajahnya yang putih itu, Ry. Nggak apa-apa dong, Ry!

22 November 1995
            Dari hari ke hari aku nambah bingung lho, Ry! "Si gadis pujaanku" banyak berubah. What's happened with my girl? Awalnya dia potong rambut terus pake kerudung dan sekarang dia pakai jubah (gamis), Ry! Coba bayangkan, tubuhnya yang langsing itu tidak terlihat lagi. Tapi ada yang aneh deh. Apanya yah? Oh iya, dia nambah anggun lho!

14 Maret 1996
            Hari ini aku nekat ngikutin dia, Ry. Kebetulan hari ini kan hari Minggu, lagi libur sekolah. Tapi "si gadis pujaanku " seperti biasa dengan jubahnya yang dikenakannya itu, dia pergi entah kemana yang nantinya aku juga akan tau. Selama perjalanan aku berusaha agar nggak diketahui olehnya, hingga pada suatu tempat ia berhenti dan masuk ke dalam gedung. Ada acara apa, ya? Ternyata acara seminar. Setelah aku baca spanduk besar yang terpampang dengan judul "INDAHNYA ISLAM", aku jadi tertarik dengan acara tersebut, Ry. Akhirnya aku ikuti acara tersebut sampai habis, kemudian pada akhirnya aku merasakan ada suatu kalimat yang membuat aku terkesima yaitu ketika pembicara mengatakan "... Allah bukan hanya sebagai pencipta, melainkan Dia juga sebagai pengatur. Segala sesuatu diatur oleh-Nya, termasuk segala perbuatan kita. Dan Islam mempunyai semua aturan itu". Karena kalimat itulah aku merasa terpanggil untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang agamaku sendiri. Tanpa terasa si gadis pun terlupakan olehku, Ry.

29 Oktober 1996
            Ry, sudah tujuh bulan ini aku belajar tentang Islam. Mulai dengan membaca buku-buku tentang Islam, mendengar ceramah sampai mengikuti berbagai seminar. Seperti halnya pada hari ini, aku mengikuti sebuah seminar yang berjudul "Nidzon Istima'i fil Islam" (Sistem Pergaulan dalam Islam). Dari sini aku mulai mengetahui mengapa si gadis memakai jilbab (pakaian longgar yang menutupi tubuh tanpa potongan alias jubah), karena itu memang sudah menjadi kewajibannya, terus larangan berpacaran, kewajiban ghadul bashar (memelihara pandangan), dan masih banyak lagi. Dari seminar kali ini aku juga dapat kenalan baru, lho! Namanya Kak Faisal, orangnya baik dan banyak mengetahui tentang Islam. Kamu pasti akan suka dia deh, Ry!

8 Januari 1997
            Ry, aku sudah tau segalanya. Aku harus melupakan "si gadis pujaanku". "Kalau memang jodoh nggak akan kemana", begitu kata kak Faisal. Dan aku jadi sadar bahwa hanya Allah dan Rasul-Nyalah cinta sejatiku. Mulai saat ini pun aku mulai belajar Islam dengan kak Faisal, Ry.

9 Februari 2001, Empat tahun kemudian...
            Lama aku nggak punya catatan harian, Ry. Sekarang aku sudah dewasa, sudah kerja. Bukan lagi anak SMU ataupun anak kuliahan. Ry, kamu masih ingat kan dengan "si gadis pujaanku"? Sekarang aku sudah tau namanya, bahkan alamatnya. Namanya Safitri Azkiyah tertulis di atas kartu undangan dengan tinta emas bersama dengan namaku, Adhan Ramadhan, SE. Ya, kamu benar Ry! Dia akan menjadi istriku besok. Kalo jodoh memang tak kan kemana! (Unknown)

*Ry= kependekan dari Diary

Terima kasih kepada Sari yang telah mengirimkan tulisan ini kepadaku.
===============


Posted at 01:34 pm by oshi
Make a comment  

Thursday, February 09, 2006
*In Memoriam*

 

Rabu, 08 Feb 2006

Adalah hari duka cita bagiku.
Pagi hari, sekitar jam 5.40. Kuning mati setelah accidentally terlindas oleh mobil (NOT by me of course). Kuning adalah kucing pendatang yang baru berumur sekitar 6 bulan. Dia jinak sekali dan dalam beberapa kesempatan dia diperbolehkan masuk ke dalam rumah. Kuning mati diduga terlindas di bagian perut, karena di TKP ditemukan kotoran dari isi perut kuning.
Kami sangat berduka cita atas kematian Kuning, si jantan berbulu emas.

Pada hari itu juga sekitar 12 jam setelah kematian Kuning, sore hari jam 5 an, Kecil, kucing yang baru berumur sekitar 2 bulan dan menjadi teman baik si Kuning, mati juga kelindas mobil.
Saya masih ingat, pagi hari ketika Kuning mati, Kecil terlihat sangat sedih. Menurut Ibu saya, Kecil dari pagi sampai jam 10 pagi (saat Kuning akan dikafani dan dikubur) selalu tidur di samping Kuning, bahkan meletakkan kepalanya di sisi kepala si Kuning. Ternyata itu adalah sebuah firasat Kecil akan menyusul Kuning menemui Sang Khaliq.

Kematian Kecil jauh lebih tragis, dilindas oleh mobil APV -- yang ngebut di daerah kompleks yang banyak anak-anak itu -- hingga kepalanya pecah dan otaknya berceceran di tengah jalan (saya sampai merinding saat mengetik tulisan ini).
Menurut saksi mata para Ibu-ibu yang lagi chatting di pinggir jalan, tersangka APV coklat ngebut dan Kecil sedang menyebrang jalan.
Selamat tinggal Kecil, sungguh saat dirimu mulai kelihatan gendut dan berisi, Allah telah memiliki skenario lain. Sedangkan di pagi hari saya berpikir, bahwa Kuning mati toh masih ada Kecil, si kucing lucu.

Sungguh sangat tidak menyenangkan bila hewan yang kita pelihara dari kecil hingga besar. Akhirnya harus mati dengan cara-cara yang tragis. Bagi para pemelihara hewan, pastikan hewan Anda dalam posisi aman dan hati-hati bila berada di lingkungan yang lalu lintasnya ramai.



Posted at 11:02 am by oshi
Make a comment  

Wednesday, January 04, 2006
You areThe Gift

THE GIFT (Jim Brickman)

Winter snow is falling down
Children laughing all around
Lights are turning on
like a fairy tale come true.

Sitting by the fire we made
You're the answer when i prayed
I would find someone
and baby I found you.

All I want is to hold you forever
All I need is you more every day
You saved my heart
from being broken apart
You gave your love away
and I'm thankful every day
for the gift.

Watching as you softly sleep
What I'd give if I could keep
Just this moment
if only time stood still.

But the colors fade away
And the years will make us grey
But baby in my eyes
You'll still be beautiful.

All I want is to hold you forever
All I need is you more every day
You saved my heart
from being broken apart
You gave your love away
And I'm thankful every day
for the gift.

(instrumental)

All I want is to hold you forever
All I need is you more every day
You saved my heart
from being broken apart
You gave your love away
I can't find the words to say
That I'm thankful every day
for the gift. 

Posted at 03:49 pm by oshi
Make a comment  

Thursday, February 17, 2005
I Knew I Loved You

I Knew I Loved You (Savage Garden)

Maybe it's intuition
But some things you just don't question
Like in your eyes
I see my future in an instant
And there it goes
I think I've found my best friend
I know that it might sound more than a little crazy
But I believe

I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life

There's just no rhyme or reason
Only this sense of completion
And in your eyes
I see the missing pieces
I'm searching for
I think I've found my way home

I know that it might sound more than a little crazy
But I believe

I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life

A thousand angels dance around you
I am complete now that I've found you

I knew I loved you before I met you
I think I dreamed you into life
I knew I loved you before I met you
I have been waiting all my life

Posted at 09:43 pm by oshi
Make a comment  

Wednesday, January 19, 2005
Sahabatku sakit

Aku sedang bersedih...
Tiga sahabatku sedang sakit
Yoga dikabarkan kena malaria, setelah 10 hari tanpa diagnosa yang jelas. Sempat dikabarkan kena DB dengue, thypus,dll. Walahu a'lam.
Bowo juga kena malaria..masa kritisnya malah lebih dulu,hari Jumat lalu tepatnya. Dulu juga divonis DB, ternyata salah!
Mio atau Si Ndut-ndut, kucing peliharaanku..teman mainku. Dia juga lagi sakit, telinga bernanah..entah kenapa dia, yang jelas dia sangat menderita.

Ketiganya sudah berada di rumah sakit. Semoga saja mereka diberika kesembuhan yang segera...Nggak tega aku melihat penderitaan mereka...

Sekarang ini musim penyakit. That's why I always told myself that being healthy is very precious.Makan harus dijaga, olahraga, berdoa agar dijauhkan dari marabahaya,was-was,sakit dan rasa lemah.

Aku sebenarnya masih penasaran, darimana mereka dapet wabah tersebut..Apa dari ujung genteng ?(baca blog: Ujung Genteng -- 24 Des 04) Kenanya kok barengan?Masuk rumah sakitnya barengan?Masa inkubasinya barengan?Makanya kita kemarin rame2 periksa darah (test malaria) kalau2 positif darah kita mengandung Plasmodium.Alhamdulillah Donny, Iji,Hary, Oshi negatif, yang lain belum tahu. Berdasarkan keterangan dokter juga kalo malaria itu sulit dideteksi. Bisa gak ketahuan di awal2nya.
Ahh, moga2 kita gak kena ya..




Posted at 08:50 pm by oshi
Make a comment  

Monday, January 10, 2005
Report on Tsunami

On Site Report:
http://www.acehmediacenter.or.id  - APJII
http://www.pengetahuan.org/aceh/wordpress - Team IT KPU
http://www.plasa.com/aceh/    -    Info tentang sarana komunikasi, Telkom

Daftar Korban:
http://www.untukindonesia.com/file/aceh/victims.php - Cari daftar korban
http://www.arigayo.com/Tsunami.htm    -    Daftar Korban, sementara di
Aceh Tengah

Situs Yang nyediain Informasi:
http://indonesiahelp.blogspot.com   -    Info
http://aceh.abangadek.com   -   Info
http://www.peduli-aceh.info/
http://www.untukindonesia.com
http://www.indonesia-tsunami.info    -    Dari teman-teman di Jepang

Foreign:
http://tsunamihelp.blogspot.com/
http://progressivetsunamihelp.blogspot.com/
http://www.cnn.com/2004/WORLD/asiapcf/12/27/quake.aidsites/
etc...

Posted at 08:34 am by oshi
Make a comment  

Monday, January 03, 2005
Relawan Elite, Relawan Politis?

Minggu, 2 Januari 2005, 16:23 WIB -- http://www.acehmediacenter.or.id
Relawan Elite, Relawan Politis?

Bahwa sebuah bencana bisa menjadi sebuah kesempatan politis, agaknya telah sejak awal kekhawatiran itu sudah banyak disampaikan oleh para elite sendiri. Dalam rangkaian perjalanan ke Aceh ini, Tim Relawan IT Air Putih menjumpai sendiri kenyataan tersebut.

Kita merasakan sejak awal hal ini. Banyak pengiriman relawan ditumpangi oleh kepentingan politis. Demikian juga motif2 operasional mereka di lokasi bencana. Semua seperti berlomba mendapatkan kredit point dengan tingkah egosentrisme yang keterlaluan, bahkan cenderung memalukan dan bikin muak.

Banyak pihak memanfaatkan situasi ini untuk tujuan yang kurang tulus, memperoleh simpati dan kepahlawanan. Sesuatu yang absurd dalam kondisi darurat dan kritis semacam ini. Sebab pahlawan sesungguhnya, adalah para korban dan survivor, bukan relawan atau petugas dan pejabat publik.

Menjadi relawan adalah panggilan kewajiban kemanusiaan, bukan sebuah sikap untuk tujuan lain. Para petugas dan pejabat publik, bahkan politisi, mereka harus melakukan ini karena itulah tugasnya. Mereka digaji oleh negara, uang rakyat dan menjalankan kewajiban politis dari jabatan yang harus dipertanggungjawabkan pada publik. Sekali lagi, itu juga bukan bagian dari sikap kepahlawanan.

Sehingga ketika mereka ini, memposisikan diri sebagai elite yang harus dapat prioritas dan karenanya membuat misi2 yang lebih tulus terpaksa minggir atau dijadwal ulang bahkan batal berangkat, maka itu adalah suatu pengkhianatan terhadap saudara2 kita yang sedang menderita. Tim AirPutih mengalami dan melihat kenyataan ini dengan sangat sedih.

Di halim, tumpukan bantuan seperti tidak ada yang memperhatikan ataupun mengurusnya. Baik di terminal maupun dalam area runaway lanud. Sejumlah pesawat TNI justru sibuk memfasilitasi pejabat dan rombongannya serta para relawan elite yang tidak jelas apa urusannya ke Aceh. Bahkan menjadi suatu acara selebritis ketika media elektronik meliputnya dengan skenario ekspose dan dramatisasi. Melupakan etika jurnalistik terdistorsi pesanan politis.

Di sisi lain, puluhan dan ratusan relawan dari segenap penjuru negeri, nampak terlantar menunggu giliran pemberangkatan yang tidak pasti. Bahkan dengan semena2 di-cancel, diusir bahkan dimarahi oleh petugas2 yang sok kuasa. Apa mereka itu sudah tidak memiliki nurani lagi dan memandang dirinya jauh lebih mulia dari para relawan yang menyediakan jiwa raga serta harta bendanya itu? Mereka mengulurkan tangan dengan tulus sementara para petugas itu hanya menjalankan tugas yang itupun tidak dilakukannya dengan becus!

Kondisi di daerah pun sama, dari Jogja, Malang dan daerah2 lain masuk kabar bahwa mereka tidak mendapatkan jadwal keberangkatan yang pasti baik itu melalui jalur komersial maupun pemerintah/militer. Padahal konsentrasi bantuan dan relawan menumpuk dimana2. Semua butuh segera ke Aceh dan tak ada satu pun lini birokrasi yang mampu memberikan solusi. Akhirnya mereka harus berangkat dengan berbagai cara, persis supporter bola yang hendak "ngelurug", menonton kesebelasan pujaannya bertanding.

Sesungguhnya para petugas dan pejabat itu mereka jauh hina, karena dalam situasi genting semacam ini tak melakukan apa2 sementara mereka punya kekuasaan yang memungkinkan mereka menyediakan resource dan manfaat yang besar bagi semua pihak demi pertolongan pada Aceh yang sedang menangis darah.

Setiap detik di Aceh harus dibayar dengan nyawa! Dan sangat sedikit birokrasi di negeri ini yang memiliki kesadaran intelektual semacam ini.

Justru armada asing (Australia, AS) dengan tegas memprioritaskan angkutan bantuan serta relawan. Tanpa seleksi dan diskriminasi politis bahkan dengan sikap pelayanan bak maskapai Internasional kelas utama!

Tim AirPutih merasakan sendiri, bagaimana sebuah tim militer Australia dapat bersikap sangat ramah dan perhatian walaupun terkendala bahasa dan budaya. Jauh lebih ramah dari layanan penerbangan kelas utama negeri ini. Sebelum dan selama perjalanan mereka sangat melayani, bahkan urusan toilet dalam pesawat Hercules pun mereka perhatikan dan memberi notice pada setiap relawan yang menumpang.

Ketika lewat sepanjang garis pantai barat Aceh, mereka memberi kesempatan para relawan untuk melakukan observasi medan dari udara. Terbang dalam jarak dekat dengan ketinggian rendah yang kita tahu itu sangat beresiko dan mereka tetap lakukan! Sehingga mereka menunjukkan kualitas mental sesungguhnya sebagai Tim yang bekerja untuk tugas kemanusiaan. Saya dan sejumlah rekan relawan Air Putih maupun PMI yang ada di situ, sesungguhnya merasa malu, karena bangsa kita sendiri ternyata tidak memililiki kesadaran dan mental persaudaraan dalam kemanusiaan semacam itu.

Di bandara Aceh, kondisi serupa kita alami lagi. Di satu sisi, sejumlah besar petugas asing, helikopter US Navy dan alat2 angkut barang nampak bekerja tanpa henti tanpa banyak ba bi bu, bahkan mereka seperti robot yang sudah tahu persis apa yang harus dilakukan secara efektif dan efisien. Tanpa banyak bicara!

Di sisi lain, sejumlah besar petugas dan pejabat kita justru nampak sibuk dan saling bersitegang hanya untuk mengurusi kunjungan para pejabat termasuk presiden SBY. Mereka bekerja keras hanya agar Bapak senang. Sementara sejumlah besar bantuan untuk rakyatnya, tidak mereka urus. Bahkan justru sejumlah birokrasi rumit tetap dilakukan dan menjadi hambatan luar biasa.

Penulis menjumpai banyak sekali Tim Relawan yang sudah menunggu berjam2 bahkan berhari2 dan harus bolak balik ke bandara hanya untuk mendapatkan barang2 mereka, termasuk distribusi obat2an yang sangat diperlukan. Sedang angkutan berat sangat sulit didapatkan. Semua petugas yang seharusnya bertanggung jawab nampak lepas tangan.

Sejumlah Tim Relawan, nampak bekerja dengan inisiatif sendiri tanpa suatu koordinasi. Misalnya dari PMI gabungan dari berbagai daerah, bekerja keras merawat pengungsi dg. kondisi mengenaskan dan serba seadanya. Tenda darurat mereka nampak sudah tak mampu lagi menampung, sementara tidak jauh dari lokasi itu, sejumlah tenda mentereng berdiri untuk supporting kunjungan pejabat dan kelompok relawan elite. Yang bahkan untuk melayani masyarakat pun mereka mendapat suatu pengawalan khusus. Sungguh sebuah situasi paradoks.

Tim PMI gabungan di bandara, mengaku, sejak mereka tiba (dengan berbagai kesulitan yang sama), beberapa hari yang lalu, mereka belum sekalipun ke lokasi utama bencana (pusat kota Banda Aceh). Pertama, mereka tidak memiliki supporting tim di lokasi, kedua tak ada transportasi dan ketiga tak ada yang mengkoordinir penyaluran relawan. Mereka bekerja dengan inisiatif sendiri dan tidak tahu kemana harus pergi untuk mendapatkan peralatan medis dan obat2an yang mereka perlukan. Padahal di seberang mereka tumpukan barang bantuan dan tentu saja di dalamnya ada obat2an, teronggok begitu saja tak terurus.

Mereka akhirnya memutuskan menugaskan diri sendiri di areal bandara karena tak tersedia tim medis yang memadai di situ meskipun pengungsi banyak bertebaran di sekitar bandara. Termasuk orang2 terlantar yang ingin keluar dari Aceh.

Demikian juga sejumlah besar Tim Relawan yang baru tiba, nampak bingung, tak tahu harus kemana dan bagaimana. Transportasi tak tersedia dan tidak ada satupun petugas bandara maupun birokrasi yang merasa bertanggung jawab melayani mereka. Sekali lagi, mereka lebih concern pada kunjungan pejabat ataupun hanya mau melayani tim relawan elite yang disponsori oleh pejabat ataupun membawa misi2 poilitis.

Jawaban yang sangat menyedihkan kami terima, semua transportasi bahkan truk militer seluruhnya habis digunakan untuk evakuasi jenazah disekitar lokasi dimana presiden SBY akan berkunjung. Bahkan sejumlah besar mayat ini direlokasi ke tempat2 yang tak terlihat. Jalan2 dibersihkan dengan effort yang luar biasa. Mendadak, semua fasilitas tersedia, listrik, air, komunikasi dsb. pendeknya semua barang langka yang sebelumnya seperti mustahil bisa diselenggarakan di Banda Aceh.

Pertanyaannya, apabila mereka mampu melakukan itu, mengapa baru saat ini dilakukan? Hanya karena pejabat berkunjung? Dan mengapa upaya dan juga fasilitas itu lantas dihentikan lagi ketika presiden sudah kembali ke Jakarta? Padahal jenazah2 itu bagaimanapun tetap harus secepatnya dievakuasi.

Padahal, rakyat membutuhkan itu semua justru setelah semua pejabat minggat dari bumi Aceh.

Kami melihat dan mendengar cerita, bahwa posko2 resmi di pusat kota kini dikuasai oleh tim relawan elite dengan pakaian seragam mentereng dan juga mendapatkan fasilitas luar biasa. Ketika rakyat kesulitan air bersih, mereka justru masih bisa mandi dan berdandan. Mereka bisa makan di depan rakyat yang telah kelaparan selama seminggu penuh. Bahkan posko gubernuran, dari laporan Anjar dan Valens, sudah berubah menjadi studio infotainment multinasional dengan fasilitas yang luar biasa lengkap dan relawan2 kosmetik yang bekerja untuk kepentingan politis, pencitraan, dramatisasi, kapitalisasi media dsb.

Sementara diseluruh penjuru lokasi bencana, relawan, para jurnalis, juga relawan asing sesungguhnya bekerja keras dengan kondisi yang sama lusuhnya dengan korban yang mereka layani dan terus berjuang mendapatkan resource2 yang selalu diprioritaskan untuk kepentingan2 yang tidak jelas. Resource yang dibutuhkan untuk rakyat Aceh.

Semalam, saya sempat merenung di posko dan menitikkan airmata, melihat kemalangan Aceh, sebuah negeri yang sangat indah dengan rakyatnya yang demikian kuat dan tabah namun terjebak dalam kebusukan pengelolaan bencana di sebuah negara yang luar biasa brengsek. Saya berdoa, semoga para korban dan relawan sejati mendapatkan kekuatan dan jalan untuk menuntaskan misi kemanusian ini.

Saya dan teman2 di Tim AirPutih merasa malu dan kecil dihadapan pekerjaan kemanusiaan besar yang telah, sedang dan akan terus mereka (relawan dan korban) lakukan. Kami sama sekali belum melakukan apa2 dan merasa tidak pantas hadir di sini. (Salahuddien)

 


Posted at 02:44 pm by oshi
Make a comment  

Thursday, December 30, 2004
Condolence

For my friend, Rissa Susmex,

My condolence and sympathy for the suffering of your family in Meulaboh, Banda Aceh and any other locations.
May their soul forgiven and rest in peace and those who are missing remain safe and return home.




Posted at 01:15 am by oshi
Make a comment  

New Ye4R's Ev3

Is there any new year's eve celebration if in another side of the country is still suffering from natural disaster ?

- You can't pretend you are care if your heart will never been there -


Posted at 12:05 am by oshi
Make a comment  

Next Page
   

<< December 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31

Sekedar ingin menumpahkan sesuatu lewat tulisan
feel free to contact me





rss feed